ALLAH Azza wa Jalla berfirman:
"Sungguh benar-benar pada kisah mereka itu ada ibrah (pelajaran) bagi orang-orang yang memiliki akal." (Yusuf: 16)
Menyelisihi ulama bisa berakibat sangat fatal. Banyak kisah orang-orang terdahulu yang menyelisihi ucapan ulama berakibat dengan kehancuran.
Dalam sejarah Islam, kejadian Al Harrah adalah kejadian yang sangat masyhur sekaligus sangat menyedihkan. Orang yang mendengarnya akan berlindung kepada Allah darinya. Mulanya ketika Yazid bin Muawiyah menjabat sebagai khalifah setelah ayahnya, terdengar berita-berita buruk tentangnya, khususnya berita tentang maksiat-maksiat yang dilakukannya. Sampai berita itu kepada kaum muslimin, di antaranya Abdullah bin Muthi'. Mendengar hal itu, bangkit ghirah keagamaannya.
Barakallahu fiikum
Allah 'Azza wa Jalla berfirman:
"Sesungguhnya pada kisah-kisah mereka itu terdapat pelajaran bagi orang-orang yang mempunyai akal."
(QS. Yusuf: 111)
"Sesungguhnya pada kisah-kisah mereka itu terdapat pelajaran bagi orang-orang yang mempunyai akal."
(QS. Yusuf: 111)
Total Tayangan Halaman
Tampilkan postingan dengan label Ibroh. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Ibroh. Tampilkan semua postingan
Jumat, 06 November 2009
Rabu, 30 September 2009
AKIBAT MENDAHULUI IMAM
SEBAGAIMANA di Al Qaulul Mubiin fi Akhthaa'il Mushalliin halaman 252 sebagai berikut:
Telah berkata Ibnu Hajar dari sebagian ahli hadits:
Bahwasanya dia pergi ke Dimasyq untuk mengambil hadits dari seorang syaikh yang terkenal di sana.
Telah berkata Ibnu Hajar dari sebagian ahli hadits:
Bahwasanya dia pergi ke Dimasyq untuk mengambil hadits dari seorang syaikh yang terkenal di sana.
KISAH ORANG YANG MENGOLOK-OLOK SIWAK
SEBAGAIMANA di dalam Al Bidayah wan Nihaayah karangan Ibnu Katsir, kejadian-kejadian tahun 665, ketika ia berkata:
Ibnu Kholkaan berkisah menukil tulisan Asy Syaikh Qathbuddiin Al Yuunaani dia berkata:
Telah sampai kepada kami bahwasanya seorang laki-laki
Ibnu Kholkaan berkisah menukil tulisan Asy Syaikh Qathbuddiin Al Yuunaani dia berkata:
Telah sampai kepada kami bahwasanya seorang laki-laki
NASEHATILAH DENGAN HATI
SEORANG ahli cerita yang suka menasehati orang berdiri dekat Muhammad bin Wasi', lalu berkata, "Betapa aku melihat hati manusia tidak khusyu' tidak menangis, dan kulit tidak bergetar dengan nasehat. Mengapa?"
Muhammad berkata, "Hai fulan, aku melihat manusia datang dari sisimu, sesungguhnya peringatan itu jika keluar dari hati (yakni dilakukan secara ikhlas-red) maka akan diterima hati."
(Shifatus Shofwah, 4/269, Aina Nahnu min Akhlaqis Salaf)
(Dinukil dari kitab Jami'ul 'Ulum wal Hikam karya Ibnu Rajab Al Hambaly)
Sumber: Majalah Syari'ah, no.04/I/Jumadil Ula 1424 H/Juli 2005, rubrik Permata Salaf.
Muhammad berkata, "Hai fulan, aku melihat manusia datang dari sisimu, sesungguhnya peringatan itu jika keluar dari hati (yakni dilakukan secara ikhlas-red) maka akan diterima hati."
(Shifatus Shofwah, 4/269, Aina Nahnu min Akhlaqis Salaf)
(Dinukil dari kitab Jami'ul 'Ulum wal Hikam karya Ibnu Rajab Al Hambaly)
Sumber: Majalah Syari'ah, no.04/I/Jumadil Ula 1424 H/Juli 2005, rubrik Permata Salaf.
KEZUHUDAN ABU UBAIDAH
UMAR BIN KHATHTHAB radhiyallahu 'anhu mendatangi negeri Syam. Kedatangannya disambut para amir dan pembesar. Umar berkata: "Di mana saudaraku Abu Ubaidah?" Mereka menjawab: "Ia akan datang kepadamu sekarang juga."
Langganan:
Postingan (Atom)