BELIAU bernama Abu Abdil Aziz Ibrahim bin Muhammad bin Ibrahim bin Abdul Lathif bin Abdurrahman bin Hasan Alu Asy-Syaikh, lahir di Riyadh pada tanggal 17 Muharam 1311 H (1890). Beliau besar di lingkungan yang baik, di bawah bimbingan kakeknya, Asy-Syaikh Ibrahim bin Abdul Lathif.
Asy-Syaikh Ibrahim berhasil menghafal Al-Qur'an pada umur 11 tahun. Pada umur 16 tahun, beliau kehilangan penglihatannya, namun hal ini tidak membuat semangat beliau untuk menuntut ilmu mengendur. Beliau banyak mengikuti halaqah yang diadakan para ulama pada waktu itu.
Asy-Syaikh Ibrahim menimba ilmu kepada Asy-Syaikh Abdullah bin Abdul Lathif, seorang ulama terkemuka dari Najd. Di bawah bimbingan bapak dan pamannya, Asy-Syaikh Ibrahim berhasil menghafal beberapa naskah hukum-hukum Islam dan bahasa Arab. Beliau belajar fikih dan musthalah (terminologi/istilah) hadits kepada Asy-Syaikh Sa'd bin Atiq dan belajar berbagai aspek tentang bahasa Arab kepada Asy-Syaikh Hamad bin Faris.
Asy-Syaikh Ibrahim memiliki beberapa tugas pemerintahan disamping beliau mengajar, memberi fatwa dan khutbah. Tugas-tugas itu antara lain sebagai Kepala Institusi Akademik, Kepala Qadhi, Pengawas Universitas Islam Madinah, Kepala Institusi Akademik untuk Kaum Wanita, dan lain-lain.
Sejumlah ulama besar pernag menimba ilmu kepada beliau, diantaranya Asy-Syaikh Abdullah bin Humaid, Asy-Syaikh Abdul 'Aziz bin Baz dan Asy-Syaikh Sulaiman bin Ubaid.
Asy-Syaikh Ibrahim meninggal pada hari Rabu, 24 Ramadhan 1389 H (1969) dalam usia 78 tahun. Beliau meninggalkan kumpulan fatwa dan risalah dalam jumlah besar yang telah terbit dalam beberapa buku dan jurnal.
Sumber: Untaian Mutiara Kehidupan Ulama Ahlus Sunnah, oleh Abu Abdillah Alercon, dll (www.fatwaonline.com), penerbit Qaulan Karima, hal. 13-14.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar